Todoroki-Trading

Sophisticated-Machines

10 KESALAHAN DI REAL MADRID YANG DITIMBULKAN OLEH ULAH MEREKA SENDIRI

Real Madrid merupakan klub sepakbola yang paling tersukses di dunia. Seluruh dunia menghormati kinerja mereka, tetapi setiap piala yang mereka menangkan merupakan sudut kesalahan besar. Real Madrid mempunyai filosofi ‘Galacticos’ yaitu mereka akan membeli pemain terbaik dan terkenal serta berani mematok jasa mereka dengan harga selangit. Semua ini terjadi karena ambisi satu orang, sang Presiden Florentino Perez.

Ia adalah pengusaha terbaik di Spanyol, Perez terkenal sebagai presiden terburuk dalam sejarah sepakbola. Dia kerap membuat keputusan besar tanpa harus dipikirkan terlebih dahulu, kerap menggelontorkan uang senilai jutaan dolar guna mendatangkan para pemain terbaik untuk menghuni stadium Bernabeu dan akhirnya menempatkan klub dalam situasi ketidakpastian akibat tindakannya tersebut.

Real Madrid memiliki nilai pemasukan klub terbesar di dunia yang mencapai senilai US$ 3,4 miliar dan kebetulan mereka juga memiliki utang terbesar di dunia senilai US$ 750 juta. Secara harfiah, Real Madrid mempunyai omset besar dan faktor finansial yang kuat namun dibalik itu semua, ia juga memiliki hutang yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Pemecatan Rafa Benitez baru-baru ini merupakan keputusan terakhir Florentino Perez dalam serangkaian pilihannya yang terbilang aneh. Dia menyewa Benitez di akhir musim dan sebelumnya telah mengetahui dengan jelas segala reputasi dan sejarah masa lalunya.

Lantas apakah kini ia telah memiliki seorang pelatih yang berpengalaman untuk mengisi kekosongan tersebut? Tidak, Perez justru memasukkan mantan pemain legendaris Zinedine Zidane yang tidak memiliki pengalaman di tingkat atas untuk dipercaya menjadi seorang pelatih.

Pers Spanyol dan fans Madrid mentolerir ketidakmampuan yang luar biasa Perez sebagai perilaku normal. Mereka melihat Perez sebagai orang yang tepat untuk memimpin klub dan janji terbesarnya dengan mendatangkan sejumlah pemain mahal dan berbakat terkadang memang terbukti di lapangan.

Namun di balik itu semua, kesalahan terus dilakukannya dan ini adalah 10 kesalahan di Real Madrid yang ditimbulkan oleh ulah mereka sendiri diantaranya adalah :

1. Memperkerjakan dan memecat Rafa Benitez

Mengapa Perez melakukan ini semua? Filosofi Rafa Benitez umumnya sama persis dengan pelatih lain yang pernah menghuni bangku kepelatihan Real Madrid, dimana ia mengorganisir pertahanan yang ketat dan berlaku sopan terhadap para pers. Awalnya Benitez sempat merasakan sesuatu yang aneh untuk memulai semua ini dengan kenyataan dan semuanya harus berakhir dengan air mata padahal jelas-jelas Benitez tidak melakukan kesalahan apapun.

2. Memecat Carlo Ancelotti

Dia berhasil memberikan Real Madrid suatu ‘hadiah’ yang telah dinanti-nantikan mereka selama lebih dari satu dekade yaitu La Decima. Gelar Liga Champions ke-10 berhasil mereka raih ketika memenangkan pertandingan kala melawan rival sekota, Atletico Madrid serta menghancurkan klub yang paling difavoritkan didalam ajang tersebut, Bayern Munchen.

Apakah semua prestasi mentereng ini berhasil mengetuk pintu hati Perez? Tentu saja tidak. Tak lama sejak Ancelotti berhasil mengukir prestasi tersebut, Perez segera mendepaknya keluar dari stadium Bernabeu dan kemudian memasukkan pelatih klub medioker yang bernama Rafael Benitez.

3. Memicu emosi Cristiano Ronaldo

Tidak ada ‘kalian’ didalam tim, tetapi hanya ada seorang ‘Cristiano Ronaldo’. Ronaldo dikenal sebagai pemain yang mempunyai ego tertinggi dalam dunia sepakbola, pelatih dan rekan setimnya kerap dipaksa untuk mentolerir sisi keegoisannya dimana ia tidak ikut merayakan rekan timnya ketika mereka berhasil mencetak gol.

Sebenarnya ini adalah faktor yang bisa diterima namun Perez setidaknya harus mewanti-wanti dengan hal yang kemungkinan akan terjadi selanjutnya, sisi Ronaldo ini dikhawatirkan dapat memfasilitasi lingkungan negatif didalam klub karena bertentangan dengan nilai etika olahraga.

4. Gagal untuk mendatangkan David de Gea

Ketika anda membuat satu kesalahan, maka kesalahan lainnya akan dengan cepat mengikuti anda. Salah satu kesalahan besar Real Madrid adalah mendepak kiper terbaik Spanyol, Casillas ke FC Porto dan gagal mendatangkan David de Gea untuk menggantikan posisinya. Real Madrid tentu kelabakan.

De Gea secara luas dianggap sebagai salah satu kiper utama dalam sepakbola sekarang ini dan mencoba untuk melakukan yang terbaik di jendela transfer musim panas lalu untuk meninggalkan Manchester United dan mendarat ke Real Madrid. Tentu hal ini memicu perang kata-kata dan menempatkan seluruh pemainnya dalam posisi canggung, tetapi terlepas dari semua itu, peristiwa ini merupakan gol bunuh diri bagi klub.

5. Menjual Gonzalo Higuain

Sekarang sosok Gonzalo Higuan berhasil memporak-porandakan pertahanan di Italia. Di usianya yang memasuki 28 tahun, Higuan telah memasuki puncak kekuasaannya dan kala ia membela Real Madrid beberapa tahun yang lalu ternyata ia juga memiliki prestasi mentereng dengan membukukan 107 gol dalam 190 laga.

Dia berhasil tampil sempurna ketika diduetkan bersama Karim Benzema. Sejak pindah ke Napoli pada tahun 2013, ia menggemas 53 gol dalam 88 laga dan kini namanya dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa, selain Real Madrid. Real Madrid tampaknya menanggung malu dua kali.

6. Menjual Mesut Ozil

Ini adalah hal yang konyol. Mesut Ozil merupakan pemain dengan assist terbaik di Real Madrid yang kerap memberikan umpan-umpan mematikan sehingga berbuah gol. Ia adalah aktor penting dibalik terciptanya gol yang dicetak Ronaldo dan Benzema. Ozil pindah ke Arsenal senilai US$ 61,7 juta pada tahun 2013 dan kehadirannya langsung mengubah The Gunners menjadi pesaing gelar di Liga Premier. Kesombongan Perez dengan mendorong keluar Ozil membuat klub lain sukses besar.

7. Tidak ada penerus yang handal sekaliber Iker Casillas

Jarang terdapat klub sepakbola di dunia yang berani mempertahankan dan mempercayakan produk lokal mereka, terutama Real Madrid. Tetapi Iker Casillas adalah pengecualian tersebut. Kiper asal Spanyol ini telah melakukan debut pertamanya saat ia masih remaja pada tahun 1999 dan seiring berjalannya waktu Casillas berhasil mengokohkan dirinya sebagai kiper nomor satu di klub maupun timnas Spanyol.

Setelah bertugas selama 16 tahun di Bernabeu, ia mengoleksi 5 gelar La Liga dan 3 gelar Liga Champions namun pada akhirnya Madrid harus membuka pintu keluar bagi dirinya. Ia terlibat perselisihan dengan pelatih Jose Mourinho dan banyak pihak yang mengakui jika itu merupakan akhir yang sangat pahit. Setelah Casillas hijrah ke FC Porto, Madrid pun menggunakan jasa Keylor Navas.

8. Mendatangkan Kaka

Real Madrid mendatangkan Kaka dari AC Milan senilai US$ 74,5 juta pada tahun 2009. Kaka yang telah memenangkan semua gelar yang ada di Italia masih dinilai belum cukup bagi Perez untuk memuluskan ambisinya di La Liga maka mereka pun beralih ke Liga Premier untuk menjemput Cristiano Ronaldo dari Old Trafford. Kaka yang selama 4 tahun menghuni Bernabeu hanya tampil sebanyak 85 laga, itu berarti uang yang digelontorkan Perez terbuang sia-sia.

9. Mengijinkan Mourinho untuk memainkan sepakbola negatif

Perez terlihat begitu putus asa untuk menaklukkan Barcelona dibawah asuhan Pep Guardiola sehingga memaksanya untuk menyewa pelatih asal Portugal, Jose Mourinho yang dinilai layak karena ia pernah memenangkan gelar treble saat mengasuh Inter Milan. Selama 4 tahun di Spanyol, Mou memberikan satu gelar La Liga dan satu Piala Copa del Rey namun tidak pernah memberikan gelar Liga Champions.

Saat laga El Clasico terjadi antara Real Madrid dan Barca, Mourinho mengubah pertandingan ini menjadi perang dan bukan sepakbola. Para pemain diantara kedua tim kerap terlihat dengan sengaja menendang, jatuh dan bahkan berkelahi. Hal tersebut sengaja dilakukan Mou untuk menghentikan pergerakan Barca sehingga banyak pihak yang menilai jika cara tersebut sangat negatif.

10. Menjual dua pemain Belanda yaitu Sneijder dan Robben

Sebuah hal konyol terjadi setelah Real Madrid melepaskan dua pesepakbola asal Belanda terbaik di dunia. Yang satu pergi untuk memenangkan gelar treble di Italia dan yang satunya lagi pergi untuk memenangkan gelar treble di Jerman.

Wesley Sneijder ditendang keluar dari Madrid pada tahun 2009 lalu ia bergabung ke Inter Milan dibawah asuhan Jose Mourinho dan sukses meraih Piala Italia, Serie A serta Liga Champions. Sedangkan Robben? Bersama Bayern Munchen, ia meraih Piala Jerman, Bundesliga dan Liga Champions.

Updated: 2016-05-02 — 3:05 PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Todoroki-Trading © 2016